Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2013

Kumpulan Puisi Kepribadian

Kumpulan Puisi Kepribadian
Karya: Nanang Suryadi


PRIBADI YANG TERBELAH

bercakap sebagai karib yang selalu menghinakan satu sama lainmelecehkan, bertempur dalam ruang dan waktu: diri!
ada berapa kepribadian yang hadir pada dirimu?bertolak belakang paradoksalatau saling melengkapi sebagai harmoni
sekular atau takdikotomis atau bukan
engkau hadir mencoba untuk tidak goyah, utuh mengatakan pada dunia
tapi tak bisasenantiasa ada dialektik
senantiasa ada keinginan-keinginan manusiayang tak terpadamkan , sepertinya.....
Malang, 7 Juni 1997

ORANG YANG MERENUNG buat: cak zen

tanda yang membayang pada bola mataadalah dunia berputaran dalam benak kepalaterbacalah kegundahan manusia merenungkan kehidupansebagai cerita tiada habis-habisnya
seperti juga ayat yang terbuka untuk ditafsirkanalam mengajarkan rahasia-rahasia sebagai tanda-tanda
terbacakah juga di situ segala jawaban?
orang yang merenung membaca tanda-tandamencoba menyibak rahasiatak usai juga
Malang, 02 Agustus 1997


JAMBANGAN RETAK
menderul…

Kumpulan Puisi Reformasi

Kumpulan Puisi Reformasi
Sajak-sajak  Karya Nanang Suryadi

ALDORA MELUKIS KOTA (1)

aldora melukis kota, jemarinya memulas cat hitam dan merah pada kanvas yang lusuh, ada kegusaran yang memusar, pada wajah

"mengapa rusuh juga yang membakar kota-kota?"

kau mau minum kopi aldora? atau sebatang rokok
mungkin bisa hilangkan pening dalam kepala

aldora melukis kota, juga manusia tak jelas wajahnya merah hitam dipulasnya, dicampur baur, mungkin sebentuk luka

tanganmu kotor, aldora
jemari halus dan kuku putih tak berupa

:mengapa luka?

"mengapa bukan cinta!"


ALDORA MELUKIS KOTA (2)

aldora melukis kota. dengan jemarinya ia guratkan kota yang telah berubah. wajah-wajah manusia yang muram.

"berapa banyak rumah yang harus ditumbangkan, dora? berapa sawah berubah menjelma rumah mewah?"
kau tak menjawabnya dengan kata-kata. karena apa? (takutkah engkau untuk mengatakannya dengan mulutmu?)

aldora melukis kota. warna-warna memar tumpah ruah di kanvas. meledak juga tangisnya d…

Kumpulan Puisi Cinta dan Rindu

Kumpulan Puisi Cinta dan Rindu
Sajak-sajak Karya: Nanang Suryadi
IN MEMORIUM

melambaikan senja padamu
bersama air mata yang terasa asin di bibir

mata yang berkaca. melewati jendela
menatap kematian
dengan begitu bersahaja

amboi, langkah ini hendak menuju ke mana?
selain menjejak pada kemungkinan hari-hari penuh kegelisahan,
kehampaan dan kesunyian diri sendiri

meraba kegelapan yang melumuri isi kepala.
kereta warna hitam yang kau sorongkan melewati pelataran.
yang begitu lengang. tawarkan sebuah kenangan di masa lalu.
ketika kehidupan baru di hembuskan ke dalam dadamu...
bikin perjanjian untuk kembali pada asal mulamu, anak manusia.

sepertinya tak ada yang patut ditangiskan.
selain mengaca pada hari yang penuh warna dan cerita penuh deru di masa lalu.

(Tuhan, aku hantarkan doa melewati senja ini)


AKU YANG MERINDU, SIAPA TAHU?

serupa lonceng berdentang
di tangan poe, atau yono wardito
ia menarik-narik tangan kakiku
hendak menari. hendak menari
mungkin ia semacam kerinduan
begitu asing, me…

Kumpulan Puisi Kesunyian

Kumpulan Puisi Kesunyian
Sajak-sajak Karya: Nanang Suryadi
REPORTOAR BUKU HARIAN

telah berapa kesah yang tertumpah. tinta merah atau hitam. dalam hidupmu yang bercerita apa. selain cinta yang sukar dipahami. dan juga hidup penuh gelisah yang memburu. karena peristiwa demi peristiwa menjelma di depan mata. tak perlu teori, katamu pasti. ah, mana lagi yang pasti buatmu. segalanya kau ragui. bahkan dirimu sendiri. kau tak percaya dirimu sendiri ada. menjalani hidup dan berjalan di muka bumi.
katamu: "siapa bilang bumi bulat? tidakkah ia kotak, kerucut, prisma atau benjol-benjol?"

cilegon, 1997

KESUNYIAN MILIK PENYAIR

sepertinya,
hanya mimpi yang kusimpan di sini
dalam benak yang selalu bertanya
adakah aku sebagai ilalang?
bergoyang tertiup angin semilir
atau tertidur rebah memeluk bumi yang kucinta
ketika angin prahara tiba
adakah aku sebagai angin?
bergerak ke segala arah
menghamburkan cerita pada bumi dan cakrawala
berjuta serpihan tanya kuhamburkan ke cakrawala
jatuh ke bumi j…

Kumpulan Puisi Airmata

Kumpulan Puisi AIRMATASajak-sajak Karya: Nanang Suryadi

AKU INGIN BICARA PADAMU

aku ingin bicara padamu, dengan ketulusan, menatap kejernihan
dalam-dalam, berenangan kanak di matamu, telaga
mereka menyebutmu ibu, dan merentangkan rambutmu sebagai jembatanke masa depan mereka menuju

"aku takut pada bapak", kata mereka suatu ketika

aku pun ingin berenang bersama mereka, menjemput kekanakan,
dalam puisi, kebeningan
aku ingin bicara padamu: kerinduan!


CHATING

hanya bualan,
candu,
menusuk rabu,
kepala pening,
puyeng,
mikirin utang,
habibie
kapan harga bisa turun?


SAJAK PEREMPUAN

"ia telah menjadi penzinah. gundik intelektual"
lalu tangan siapa hendak
merajamnya di dekat pintu gerbang.
mungkin di balik tabir. di kedalaman tubir.
rabu yang simpan kesah, atau rahasia
kata-kata.

"sesahlah. sesahlah!"

tangan siapa tak berdosa. lemparlah batu kepadanya!

malang, 20-3-1999

SAJAK IBU

"aku merindukanmu", malin kundang menyeru.
kau tahu, kasihmu tak mungkin
menyula…

Kumpulan Puisi Untuk Para Sahabat

Kumpulan Puisi Untuk Para Sahabat

KEMARAU
: devi ps

ada yang takut melangkahkan kaki,
karena kemarau begitu bengisnya
menghadang langkah,
menantang dengan kerontangnya,
kau tahu?
tak ada oase,
walau fatamorgana,
dalam pandang, juga bayang,
ada yang gamang
meniti waktu
karena kepedihan kerap diteguknya
ada yang ragu
menatap cuaca
walau pernah pada mata
dicari telaga
"duhai, mengapa
kemarau semata!"

malang, 1999

KUDA HITAM BERLARI KENCANG
:anggi

anggi, kuda yang tegar itu
dulu berlari kencang sekali
ke mana pergi?
mungkin berdiri termangu
dalam belenggu
tapi kutahu: ia tak kan terus begitu
kakinya yang kekar
surainya yang tebal
napasnya yang panjang
: hei, kudaku lari kencang!

malang, 1999

PADA ALAM KAU BERNYANYI
:samsul bachri

alam mengajarkan, banyak hal:
daun yang jatuh
tak mengaduh
tersenyum ia
karena tanah merindukannya
dan pada daun muda
ia memberi kesempatan
pada alam kau bernyanyi
bernyanyilah dengan kemerduan
suaramu

malang, 1999

EYANG YANG BIJAK
: medy
di taman itu b…

Google+ Followers